<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>CEMANGAT</title>
	<atom:link href="http://bakronsujiwo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bakronsujiwo.wordpress.com</link>
	<description>Jalani Hidup Ini Dengan Iman DiHati</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Dec 2008 03:34:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bakronsujiwo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>CEMANGAT</title>
		<link>http://bakronsujiwo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bakronsujiwo.wordpress.com/osd.xml" title="CEMANGAT" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bakronsujiwo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>LESATkan Dirimu</title>
		<link>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/11/13/lesatkan-dirimu/</link>
		<comments>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/11/13/lesatkan-dirimu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 10:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bakronsujiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakronsujiwo.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Semua manusia diberi kesempatan hidup yang berbeda-beda. Seorang yang bijak akan berpikir akan kehidupan yang akan di hadapi. Barang siapa belum menekuni dasar-dasar ilmu, niscaya tidak akan bisa menguasai ilmu yang diinginkan. Barang siapa yang ingin mendapatkan ilmu langsung sekaligus, maka ilmu itu akan hilang dari dia secara sekaligus pula. Ada sebuah ungkapan: &#8220;Penuh sesaknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bakronsujiwo.wordpress.com&amp;blog=2463278&amp;post=24&amp;subd=bakronsujiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua manusia diberi kesempatan hidup yang berbeda-beda. Seorang yang bijak akan berpikir akan kehidupan yang akan di hadapi.</p>
<p>Barang siapa belum menekuni dasar-dasar <span class="jossearchword">ilmu</span>, niscaya tidak akan bisa menguasai <span class="jossearchword">ilmu</span> yang diinginkan. Barang siapa yang ingin mendapatkan <span class="jossearchword">ilmu</span> langsung sekaligus, maka <span class="jossearchword">ilmu</span> itu akan hilang dari dia se<span class="jossearchword">cara</span> sekaligus pula. Ada sebuah ungkapan: &#8220;Penuh sesaknya <span class="jossearchword">ilmu</span> yang didengarkan se<span class="jossearchword">cara</span> berbarengan akan menyesatkan pemahaman.&#8221; Dari sini, maka harus ada pendasaran terhadap setiap <span class="jossearchword">ilmu</span> yang ingin engkau kuasai dengan <span class="jossearchword">cara</span> menekuni dasar-dasar <span class="jossearchword">ilmu</span> dan kitab yang ringkas pada seorang guru yang mumpuni, bukan dengan <span class="jossearchword">cara</span> otodidak saja serta harus berjenjang dalam belajar.</p>
<p>Allah SWT berfirman (yang artinya), <em>&#8220;Dan Al-Qur&#8217;an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.&#8221;</em> (Al-Israa&#8217;: 106).</p>
<p><em>&#8220;Berkatalah orang-orang kafir: &#8216;Mengapa Al-Qur&#8217;an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?&#8217; Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya se<span class="jossearchword">cara</span> tartil (teratur dan benar).&#8221;</em> (Al-Furqaan: 32).</p>
<p><em>&#8220;Orang-orang yang telah kami beri al-kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya &#8230;.&#8221;</em> (Al-Baqarah: 121).</p>
<p>Dasar <span class="jossearchword">ilmu</span> itu didasarkan pada Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah juga pada beberapa kaidah yang diambil dari hasil penelitian dan pengamatan yang sempurna terhadap Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah. Ini adalah yang paling penting yang harus dikuasai oleh seorang penuntut <span class="jossearchword">ilmu</span>.</p>
<p>Sebagai contoh adalah kaidah: &#8220;Di mana ada kesulitan di situ ada kemudahan.&#8221; <span id="more-24"></span>Kaidah ini bersumber dari Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah. Dalil dari Al-Qur&#8217;an di antaranya sebagai berikut. <em>&#8220;&#8230;. Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan &#8230;.&#8221;</em> (Al-Hajj: 78). Adapun dalil dari As-Sunnah adalah sabda Rasulullah saw. kepada Umran bin Hushain: <em>&#8220;Shalatlah dengan berdiri, lalu jika engkau tidak mampu maka dengan duduk, dan kalau tidak mampu juga maka dengan berbaring.&#8221;</em> (HR Bukhari). Juga, sabda beliau, <em>&#8220;Kalau saya perintahkan kalian untuk melakukan sesuatu, maka kerjakanlah semampu kalian.&#8221;</em> (HR Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Ini adalah sebuah kaidah yang jika engkau membawakan seribu masalah yang bermacam-macam, niscaya engkau akan bisa menghukuminya berdasarkan pada kaidah ini. Namun, seandainya engkau tidak mengetahui sebuah kaidah, engkau akan sulit memecahkan meskipun hanya dua permasalahan sekalipun.</p>
<p>Berikut ini beberapa perkara yang harus engkau perhatikan pada setiap disiplin <span class="jossearchword">ilmu</span> yang hendak engkau pelajari.</p>
<ol>
<li>Menghafal kitab ringkasan tentang <span class="jossearchword">ilmu</span> tersebut.<span style="color:#0000ff;"><em>( Pesan ustadku baca 10 X yang diajarkan kemarin, 9 X pelajaran kemarin lusa dst ) tidak harus dihafal tetapi dipahami.</em></span></li>
<li>Menguasainya dengan bimbingan guru yang ahli di bidangnya. <span style="color:#0000ff;">(harus ada guru)</span></li>
<li>Tidak menyibukkan diri dengan kitab-kitab besar yang panjang lebar merinci permasalahan sebelum menguasai pokok permasalahannya.(<span style="color:#0000ff;"> apabila ingin menguasai ilmu jangan terlalu menggebu-bebu &#8220;aku harus bisa menguasai ini tanpa mengetahui dasarnya&#8221; apabila kita mau belajar harus dari awal</span>).</li>
<li>Tidak pindah dari satu kitab ke kitab lainnya tanpa ada sebab (tuntutan), karena ini termasuk sifat bosan. (<span style="color:#0000ff;"> kalau mempelajari suatu hal jangan setengah-setengah</span> )</li>
<li>Mencatat faidah dan kaidah ilmiah.</li>
<li>Membulatkan tekad untuk menuntut <span class="jossearchword">ilmu</span> dan meningkatkan 	ke<span class="jossearchword">ilmu</span>annya, serta penuh perhatian dan mempunyai keinginan keras untuk 	bisa mencapai derajat yang lebih tinggi sehingga bisa menguasai 	kitab-kitab besar dan panjang lebar dengan sebuah dasar yang kokoh.</li>
</ol>
<p><strong><em>Pertama</em>, Menghafal Kitab yang Ringkas tentang <span class="jossearchword">Ilmu</span> Tersebut</strong></p>
<p>Misalnya, kalau engkau menginginkan mempelajari <span class="jossearchword">ilmu</span> nahwu, 	hafalkanlah kitab yang ringkas tentang nahwu. Kalau baru mulai belajar, 	engkau bisa menghafalkan <em>Al-Ajrumiyyah</em>, karena kitab ini jelas dan lengkap. Lalu, lanjutkan ke matan <em>Alfiyah</em> karya Imam Ibnu Malik, karena kitab ini adalah inti sari <span class="jossearchword">ilmu</span> nahwu.</p>
<p>Dalam <span class="jossearchword">ilmu</span> fiqih, hafalkanlah kitab <em>Zaadul Mustaqni&#8217;</em>, 	karena kitab ini telah disyarah (diulas), diberi ca<span class="jossearchword">tata</span>n kaki, dan 	diajarkan, meskipun sebagian matan yang lain ada yang lebih baik dari 	satu sisi, namun kitab ini lebih baik dari sisi banyaknya permasalahan 	yang terdapat padanya, juga dari sisi sudah diberi syarah dan ca<span class="jossearchword">tata</span>n 	kaki.</p>
<p>Dalam <span class="jossearchword">ilmu</span> hadits, hafalkanlah <em>&#8216;Umdatul Ahkaam</em>, dan kalau mau lebih, hafalkanlah <em>Buluughul Maraam</em>. Dan, kalau engkau baru memilih salah satu di antara keduanya, hafalkanlah <em>Buluughul Maraam</em> saja, karena kitab ini lebih baik dan haditsnya lebih banyak, juga 	karena pengarangnya Al-Hafizh Ibnu Hajar telah menjelaskan derajat 	haditsnya, yang hal ini tidak terdapat pada kitab <em>&#8216;Umdatul Ahkam</em>. Walaupun sebenarnya derajat hadits pada kitab <em>&#8216;Umdatul Ahkam</em> sangat jelas, karena kitab ini tidak memasukkan kecuali hadits yang disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim.</p>
<p>Dalam <span class="jossearchword">ilmu</span> tauhid, yang terbaik adalah kitab <em>Tauhid</em> karya Syaikul Islam Muhammad bin &#8216;Abdul Wahhab. Dan, akhir-akhir ini 	sudah ada yang menakhrij hadits-haditsnya serta menjelaskan yang dha&#8217;if 	pada sebagiannya.</p>
<p>Dalam bab nama dan sifat Allah, yang terbaik adalah kitab <em>Al-Aqiidah al-Waasithiyyah</em> oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Kitab ini lengkap, penuh berkah dan 	faedah. Dan, begitu seterusnya, ambillah dalam setiap disiplin <span class="jossearchword">ilmu</span> kitab yang ringkas, lalu hafalkanlah.</p>
<p><strong><em>Kedua</em>, Menghafalnya dengan Bimbingan Guru yang Ahli di Bidangnya</strong></p>
<p>Mintalah keterangan kitab yang engkau pelajari kepada seorang 	guru yang baik, ahli, dan amanah. Hal ini agar lebih selamat dari 	penyimpangan pemahaman. Juga, engkau akan lebih mudah dalam memahami 	dan lebih cepat.</p>
<p>Imam Ash-Shafadi berkata: &#8220;Oleh karena itu, para ulama berkata: 	&#8216;Janganlah kamu belajar dari seorang shahafi (orang yang belajarnya 	otodidak) juga jangan dari mush-hafi (orang yang belajar baca Al-Qur&#8217;an 	se<span class="jossearchword">cara</span> otodidak).&#8217; Maksudnya, jangan kamu belajar Al-Qur&#8217;an dari 	seseorang yang hanya belajar lewat mush-haf, dan jangan belajar hadits 	dan <span class="jossearchword">ilmu</span> lainnya dari orang yang belajarnya otodidak.&#8221;</p>
<p>Oleh karena itu, kita dapati ribuan biografi para ulama dari zaman ke 	zaman dalam berbagai dimensi <span class="jossearchword">ilmu</span> selalu penuh memuat nama-nama guru 	dan murid-muridnya, baik yang sedikit maupun banyak. Dan, lihatlah para 	ulama yang banyak gurunya, sehingga ada di antara mereka yang gurunya 	mencapai ribuan, sebagaimana biografi ulama bujangan dalam kitab <em>Al-Isfaar</em>.</p>
<p>Tidak disarankannya belajar se<span class="jossearchword">cara</span> otodidak atau kepada orang yang 	belajarnya otodidak dimaksudkan untuk terhindar dari bacaan atau 	pemahaman yang menyimpang. Dan, tidak disarankannya belajar tanpa guru 	jika kitab yang engkau baca tidak ada keterangnnya. Adapun kalau kitab 	itu ada keterangannya seperti mush-haf Al-Qur&#8217;an yang terdapat pada 	zaman sekarang, maka urusannya lain. Karena, hal itu sudah jelas. 	Tetapi, jika kitab yang engkau baca itu tidak ada penjelasannya atau 	keterangannya, hendaknya engkau didampingi oleh seorang guru agar 	terhidar dari bacaan atau pemahaman yang salah.</p>
<p><strong><em>Ketiga</em>, Tidak Menyibukkan Diri dengan Kitab-Kitab Besar dan Panjang</strong></p>
<p>Ini masalah yang penting bagi pelajar, yaitu hendaknya dia menguasai 	kitab-kitab yang ringkas terlebih dahulu, baru nanti masuk pada 	kitab-kitab yang besar. Tetapi, ada sebagian pelajar yang bersikap 	aneh, dia mempelajari kitab yang besar, lalu apabila duduk di sebuah 	majelis <span class="jossearchword">ilmu</span>, dia berkata, &#8220;Telah berkata pengarang kitab ini, berkata 	pengarang kitab itu, dan seterusnya.&#8221; Ini untuk menunjukkan bahwa dia 	banyak membaca kitab. Bagi pelajar pemula, ini langkah yang tidak 	tepat. Kami nasihatkan, mulailah dari kitab yang kecil dan ringkas, 	lalu apabila sudah engkau kuasai dengan baik, barulah engkau 	menyibukkan diri dengan kitab-kitab yang besar dan panjang.</p>
<p><strong><em>Keempat</em>, Jangan Berpindah dari Satu Kitab ke Kitab Lainnya tanpa Ada Sebab</strong></p>
<p>Berpindah dari satu kitab ke kitab lainnya, baik kitab yang 	ringkas atau yang tebal-tebal, merupakan penyakit yang berbahaya, yang 	akan bisa memutus pelajaran seseorang serta membuang-buang waktunya. 	Kecuali, hal itu ada sebabnya, misalnya engkau tidak menemukan guru 	yang bisa mengajarkan kitab itu, tetapi menemukan guru lain yang bagus 	dan amanah yang mengajarkan kitab ringkas lainnya.</p>
<p><strong><em>Kelima</em>, Mencatat Faedah dan Kaidah Ilmiah</strong></p>
<p>Ini juga perkara yang penting. Kalau ada sebuah faedah yang 	hampir-hampir tidak pernah terbayangkan di pikiran atau jarang disebut 	dan dibahas atau ada perkara baru yang perlu untuk diketahui hukumnya, 	segeralah menulis dan mencatatnya, jangan berkata: &#8220;Itu sesuatu yang 	saya ketahui dengan baik, tidak perlu mencatatnya, insya Allah saya 	tidak akan lupa.&#8221; Karena, engkau akan sangat cepat melupakannya.</p>
<p>Adapun mengenai kaidah, pahamilah dengan baik serta 	bersungguh-sungguhlah dalam memahami apa yang disebutkan para ulama 	tentang alasan sebuah hukum. Karena, semua alasan yang berhubungan 	dengan hukum masalah fiqih bisa dianggap sebuah kaidah karena merupakan 	dalil dari sebuah hukum. Alasan dan sebab ini sangat banyak dan setiap 	sebab mencakup banyak permasalahan lainnya. Misalkan kalau ada yang 	berkata, &#8220;Apabila ada orang yang ragu-ragu apakah air ini suci atau 	najis, maka hukumnya didasarkan pada yang diyakininya.&#8221; Ini merupakan 	sebuah hukum sekaligus sebuah kaidah, karena pada dasarnya segala 	sesuatu itu sama dengan keadaan sebelumnya. Jadi, apabila Anda 	ragu-ragu tentang kenajisan sesuatu yang suci, maka pada dasarnya ia 	suci. Atau sebaliknya, ragu-ragu tentang sucinya sesuatu yang najis, 	maka pada dasarnya najis. Karena, pada dasarnya segala sesuatu tetap 	pada keadaan semula.</p>
<p>Oleh karena itu, seandainya seseorang setiap kali menemukan 	alasan hukum semacam ini, lalu memahaminya dan menguasainya, kemudian 	digunakan untuk menjawab berbagai permasalahan, maka ini merupakan 	sebuah faidah yang besar bagi dirinya maupun orang lain.</p>
<p><strong><em>Keenam</em>, Membulatkan Tekad untuk Menuntut <span class="jossearchword">Ilmu</span> dan 	Meningkatkannya, Penuh Perhatian dan Mempunyai Keinginan Keras untuk 	Bisa Mencapai Derajat yang di Atasnya sehingga Bisa Menguasai 	Kitab-Kitab Besar dan Panjang Lebar dengan Sebuah Dasar yang Kokoh</strong></p>
<p>Seorang pelajar hendaknya membulatkan tekad untuk menuntut <span class="jossearchword">ilmu</span>. Jangan 	tengok kanan, tengok kiri. Sehari belajar, sehari untuk buka toko, 	besoknya lagi untuk jualan sayuran. Perbuatan ini tidak disarankan.</p>
<p>Selama engkau masih yakin bahwa belajar adalah jalan hidupmu, 	maka bulatkan tekad dan konsentrasikan pikiranmu padanya, serta 	bertekadlah untuk bisa terus maju, jangan jalan di tempat. Pikirkanlah 	apa yang sudah engkau kuasai dari berbagai dalil dan permasalahan 	sehingga engkau bisa semakin naik tingkat sedikit demi sedikit.</p>
<p>Ketahuilah, bahwa mempelajari kitab-kitab yang ringkas kemudian 	baru kitab-kitab yang panjang yang dibuat untuk pendasaran dalam 	belajar oleh para ulama berbeda dari satu daerah dengan daerah lainnya, 	tergantung perbedaan madzhab dan tergantung pula dengan <span class="jossearchword">ilmu</span> yang 	dikuasai oleh para ulama di daerah tersebut. Juga, keadaan ini berbeda 	antara satu murid dengan yang lainnya karena perbedaan tingkat 	kepahaman, kekuatan atau lemahnya persiapan, bebal atau encernya otak.</p>
<p>Sumber: Diringkas dari <em>Syarah Adab dan Manfaat Menuntut <span class="jossearchword">Ilmu</span></em>, terj. 	Ahmad Sabiq, Lc (Pustaka Imam Asy-Syafi&#8217;i, 2005); judul asli: <em>Syarah Hilyah Thaalibil &#8216;Ilmi</em>, Syaikh Muhammad bin Shalih al-&#8217;Utsaimin (Maktabah Nurul Huda, 2003).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bakronsujiwo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bakronsujiwo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bakronsujiwo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bakronsujiwo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bakronsujiwo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bakronsujiwo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bakronsujiwo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bakronsujiwo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bakronsujiwo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bakronsujiwo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bakronsujiwo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bakronsujiwo.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bakronsujiwo.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bakronsujiwo.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bakronsujiwo.wordpress.com&amp;blog=2463278&amp;post=24&amp;subd=bakronsujiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/11/13/lesatkan-dirimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad074ea8364d510a24f314ae71a3354b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bakron</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kecerdikan wali Allah SWT</title>
		<link>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/02/11/kecerdikan-wali-allah-swt/</link>
		<comments>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/02/11/kecerdikan-wali-allah-swt/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 08:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bakronsujiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakronsujiwo.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Abu nawas Seperti biasa, Abu Nawas berjalan-jalan mengunjungi pasar. Tempat inilah yang paling ia sukai karena dari tempat ini ia dapat mempublikasikan ide-idenya ke masyarakat luas secara langsung. Tiba-tiba ia berdiri di suatu tempat yang cukup tinggi untuk di dengar seluruh orang di pasar. Dengan suara agak keras, ia mulai berpidato.&#8221;Saudara-saudara sekalian. Ada yang perlu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bakronsujiwo.wordpress.com&amp;blog=2463278&amp;post=10&amp;subd=bakronsujiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;"> </span></p>
<p align="justify">Abu nawas</p>
<p align="justify">
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Seperti biasa, Abu Nawas berjalan-jalan mengunjungi pasar.  Tempat inilah yang paling ia sukai karena dari tempat ini ia dapat  mempublikasikan ide-idenya ke masyarakat luas secara langsung.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Tiba-tiba ia berdiri di suatu tempat yang cukup tinggi untuk di  dengar seluruh orang di pasar. Dengan suara agak keras, ia mulai  berpidato.&#8221;Saudara-saudara sekalian. Ada yang perlu saudara-saudara ketahui  tentang Raja kita yang tercinta, Baginda Harun Al Rasyid.&#8221; </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Seluruh isi pasar terdiam, pandangan tertuju padanya.  Orang-orang d<span id="more-10"></span>i pasar itu menunggu- nunggu kalimat berikutnya yang akan  dikeluarkan oleh Abu Nawas. Melihat pandangan semua tertuju padanya, Abu Nawas  semakin percaya diri.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Kalian harus tahu, bahwa sebenarnya Baginda Harun Al Rasyid  lebih kaya dari pada Allah&#8221; </span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Tiba-tiba bergemeruhlah suara orang-orang dipasar. Semua orang  tersentak mendengar kata-kata yang keluar mulut si Abu Nawas.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Tenang&#8230;.tenang&#8230;..tenang saudara. Masih ada lagi.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Lagi-lagi seluruh orang pasar terdiam.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Baginda kita itu, sebenarnya sangaaaaaaat mencintai  fitnah.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Meledaklah lagi gemuruh orang seluruh pasar. Banyak yang  memprotes omongan Abu Nawas. Tetapi si Abu Nawas nampak tenang-tenang saja tanpa  rasa bersalah sedikit pun.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Tiba-tiba sejumlah tangan merengut kedua lengan Abu Nawas.  Tetapi Abu Nawas berusaha tetap tenang. Ia tahu itu adalah tangan-tangan dari  punggawa-punggawa kerajaan. Diseretlah Abu Nawas menghadap raja Harun Al  Rasyid.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Dengan muka geram, raja Harun Al Rasyid menginterogasi Abu  Nawas dihadapan penasehat-penasehatnya. &#8220;Apakah benar dipasar kamu mengatakan  bahwa Aku lebih kaya dari Allah?&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Benar baginda.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Makin geramlah Harun Al Rasyid.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Apakah benar kamu juga mengatakan bahwa aku mecintai  fitnah?&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Maaf, Baginda. Itu benar adanya,&#8221; jawab Abu Nawas tenang.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Pengawal!! Bawa Abu Nawas ke penjara. Gantung dia besok  pagi.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Tenang, Baginda. Beri saya kesempatan untuk menjelaskan apa  maksud kata-kata saya itu.&#8221; Abu Nawas memohon dengan ekspresi yang memelas.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Cepat katakan! Sebelum kau temui ajalmu.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Begini Baginda. Maksud kata-kata saya bahwa Baginda lebih kaya  dari Allah adalah baginda memiliki anak, sedang Allah tidak dimemiliki anak.  Bukan begitu Baginda?&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Harun Al Rasyid terdiam. Dia tersenyum dalam hati. &#8220;Dasar. Si  Abu Nawas.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Terus, maksud kata-katamu bahwa aku mencintai fitnah?&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Maksudnya, bahwa Baginda sangat mencintai istri dan anak-anak  Baginda sendiri. Padahal mereka dapat menjadi fitnah bagi Baginda. Bukan begitu  Baginda?&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Harun Al Rasyid pun hanya bisa geleng-geleng kepala. &#8220;Lantas,  kenapa kamu teriak-teriak di pasar? Yang nggak ngerti omonganmu kan bisa  marah.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Yah, kalau masyarakat marah. Nanti kan Saya dipanggil oleh,  Baginda.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Kalau Aku sudah memanggil, memang kenapa?&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">&#8220;Hmmmm&#8230;.Yah&#8230;biar dikasih hadiah, Baginda,&#8221; ucap Abu Nawas  lirih.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-family:arial;color:black;font-size:x-small;">Baginda pun hanya bisa tersenyum simpul. Lalu diberikannya  sekantung uang dinar ke Abu Nawas.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bakronsujiwo.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bakronsujiwo.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bakronsujiwo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bakronsujiwo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bakronsujiwo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bakronsujiwo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bakronsujiwo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bakronsujiwo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bakronsujiwo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bakronsujiwo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bakronsujiwo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bakronsujiwo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bakronsujiwo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bakronsujiwo.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bakronsujiwo.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bakronsujiwo.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bakronsujiwo.wordpress.com&amp;blog=2463278&amp;post=10&amp;subd=bakronsujiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/02/11/kecerdikan-wali-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad074ea8364d510a24f314ae71a3354b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bakron</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ilmu manfaat</title>
		<link>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/01/16/ilmu-manfaat/</link>
		<comments>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/01/16/ilmu-manfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 04:35:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bakronsujiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[iptek]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/01/16/ilmu-manfaat/</guid>
		<description><![CDATA[PRIORITAS AMALAN YANG LUAS MANFAATNYA ATAS PERBUATAN YANG KURANG BERMANFAAT   DI ANTARA prioritas yang sebaiknya diterapkan dalam  pekerjaan manusia   ialah   prioritas  terhadap  perbuatan  yang  banyak mendatangkan manfaat kepada orang lain. Sebesar  manfaat  yang dirasakan  oleh  orang  lain,  sebesar  itu pula keutamaan dan pahalanya di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu,  jenis  perbuatan jihad  adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bakronsujiwo.wordpress.com&amp;blog=2463278&amp;post=7&amp;subd=bakronsujiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PRIORITAS AMALAN YANG LUAS MANFAATNYA ATAS<br />
PERBUATAN YANG KURANG BERMANFAAT<br />
 <br />
DI ANTARA prioritas yang sebaiknya diterapkan dalam  pekerjaan<br />
manusia   ialah   prioritas  terhadap  perbuatan  yang  banyak<br />
mendatangkan manfaat kepada orang lain. Sebesar  manfaat  yang<br />
dirasakan  oleh  orang  lain,  sebesar  itu pula keutamaan dan<br />
pahalanya di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu,  jenis  perbuatan<br />
jihad  adalah lebih afdal daripada ibadah haji, karena manfaat<br />
ibadah haji hanya dirasakan pelakunya, sedangkan manfaat jihad<br />
dirasakan  oleh  umat.  Sehubungan  dengan  hal ini, Allah SWT<br />
berfirman:<br />
 <br />
   &#8220;Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada<br />
   orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus masjid<br />
   al-Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman<br />
   kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan<br />
   Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak<br />
   memberikan petunjuk; kepada kaum yang zalim. Orang-orang<br />
   yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah<br />
   dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi<br />
   derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang<br />
   mendapat kemenangan.&#8221; (at-Taubah: 19-20)<br />
 <br />
Berjuang di jalan Allah yang manfaatnya lebih  dirasakan  oleh<br />
umat  adalah  lebih  afdal  di  sisi  Allah  dan  lebih  besar<br />
pahalanya daripada  ibadah  yang  kita  lakukan  berkali-kali,<br />
tetapi kemanfaatannya hanya untuk kita sendiri.<br />
 <br />
   &#8220;Abu Hurairah r.a. berkata, &#8216;Ada salah seorang sahabat<br />
   Rasulullah saw yang berjalan di suatu tempat yang memilih<br />
   sumber mata air kecil, yang airnya tawar, dan dia merasa<br />
   kagum kepadanya kemudian berkata, &#8216;Amboi, seandainya aku<br />
   dapat mengucilkan diri dari manusia kemudian tinggal di<br />
   tempat ini! (Yakni untuk beribadah). Namun, aku tidak<br />
   akan melakukannya sebelum aku meminta izin terlebih<br />
   dahulu kepada Rasulullah saw.&#8217; Maka Nabi saw bersabda,<br />
   &#8216;Jangan lakukan, karena sesungguhnya keterlibatanmu dalam<br />
   perjuangan di jalan Allah adalah lebih utama daripada<br />
   shalat selama tujuh puluh tahun. Tidakkah kamu senang<br />
   apabila Allah SWT mengampuni dosamu, dan memasukkan kamu<br />
   ke surga. Berjuanglah di jalan Allah. Barangsiapa yang<br />
   menyingsinglan lengan baju untuk berjuang di jalan Allah,<br />
   maka wajib baginya surga.&#8221;" 9<br />
 <br />
Atas dasar itulah, dalam  beberapa  hadits,  ilmu  pengetahuan<br />
dianggap  lebih  utama  daripada ibadah, karena manfaat ibadah<br />
hanya  kembali  kepada  pelakunya   sedangkan   manfaat   ilmu<br />
pengetahuan  adalah  untuk  manusia yang lebih luas. Di antara<br />
hadits itu adalah:<br />
 <br />
   &#8220;Keutamaan ilmu pengelahuan itu ialah lebih aku cintai<br />
   daripada keutamaan ibadah, dan agamamu yang paling baik<br />
   adalah sifat wara&#8217;.&#8221;10<br />
  <br />
   &#8220;Kelebihan orang yang berilmu atas orang yang beribadah<br />
   ialah bagaikan kelebihan bulan purnama atas seluruh<br />
   bintang gemintang.&#8221; 11<br />
  <br />
   &#8220;Kelebihan orang yang berilmu alas orang yang beribadah<br />
   ialah bagaikan kelebihan diriku atas orang yang paling<br />
   rendah di antara kamu.&#8221; 12<br />
 <br />
Kelebihan ilmu pengetahuan itu  akan  bertambah  lagi  apabila<br />
orang  yang  berilmu itu mau mengajarkannya kepada orang lain.<br />
Sebagai pelengkap hadits tersebut, ada baiknya  kami  sebutkan<br />
juga hadits berikut ini:<br />
 <br />
   &#8220;Sesungguhnya Allah SWT dan para malaikat-Nya, serta<br />
   penghuni langit dan bumi, hingga semut yang ada pada<br />
   lubangnya, dan ikan hiu yang ada di lautan akan<br />
   membacakan shalawat atas orang yang mengajarkan kebaikan<br />
   kepada manusia.&#8221; 13<br />
 <br />
Dalam Shahih disebutkan,<br />
 <br />
   &#8220;Orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang<br />
   belajar al-Qur&#8217;an dan mau mengajarkannya.&#8221; 14<br />
 <br />
Atas dasar itu, para fuqaha mengambil keputusan: &#8220;Sesungguhnya<br />
orang  yang  hanya menyibukkan diri untuk beribadah saja tidak<br />
dibenarkan  mengambil  zakat,  berbeda   dengan   orang   yang<br />
menyibukkan  diri  untuk  mempelajari ilmu pengetahuan. Karena<br />
sesungguhnya tidak ada konsep kerahiban di  dalam  Islam,  dan<br />
orang  yang  menyibukkan  dirinya  dalam  ibadah  hanya  untuk<br />
kepentingan dirinya sendiri. Sedangkan orang yang  menyibukkan<br />
diri  dalam mencari ilmu pengetahuan adalah untuk kemaslahatan<br />
umat.&#8221;<br />
 <br />
Sementara  orang   yang   ilmu   pengetahuan   dan   da&#8217;wahnya<br />
dimanfaatkan,  ia  akan mendapatkan pahala dan balasan di sisi<br />
Allah SWT atas kemanfaatan ilmunya tersebut.<br />
 <br />
Rasulullah saw bersabda,<br />
 <br />
   &#8220;Barangsiapa mengajar orang lain kepada suatu petunjuk,<br />
   maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang<br />
   yang melaksanakan petunjuk itu, tanpa mengurangi pahala<br />
   mereka sama sekali.&#8221;<br />
 <br />
Begitu pula pekerjaan yang paling utama adalah pekerjaan  yang<br />
paling bermanfaat untuk orang lain.<br />
 <br />
Dalam sebuah hadits disebutkan,<br />
 <br />
   &#8220;Orang yang paling dicintai oleh Allah SWT adalah orang<br />
   yang paling berguna di antara mereka. Dan perbuatan yang<br />
   paling dicintai oleh Allah ialah kegembiraan yang<br />
   dimasukkan ke dalam diri orang Muslim, atau menyingkirkan<br />
   kegelisahan dari diri mereka, atau membayarkan hutangnya,<br />
   atau menghilangkan rasa laparnya. Dan sungguh aku<br />
   berjalan bersama saudaraku sesama muslim untuk suatu<br />
   keperluan (da&#8217;wah), adalah lebih aku cintai daripada<br />
   beriktikaf di masjid selama satu bulan.&#8221;<br />
 <br />
Begitulah  pekerjaan  yang  berkaitan  dengan  perbaikan   dan<br />
kepentingan  masyarakat  adalah lebih utama daripada pekerjaan<br />
yang dimanfaatkan oleh diri sendiri. Dalam hal ini  Rasulullah<br />
saw bersabda,<br />
 <br />
   &#8220;Tidakkah pernah kuberitahukan kepada kamu sesuatu yang<br />
   derajatnya lebih tinggi daripada shalat, puasa dan<br />
   shadaqah? Yakni, memperbaiki silaturahmi dengan sanak<br />
   kerabat kita. Karena rusaknya sanak kerabat kita adalah<br />
   sama dengan pencukur.&#8221; 17<br />
 <br />
Diriwayatkan, &#8220;Aku tidak mengatakan, mencukur  rambut,  tetapi<br />
mencukur agama. &#8220;<br />
 <br />
Atas  dasar  itulah,  pekerjaan  yang  dilakukan  oleh seorang<br />
pemimpin yang adil lebih  utama  daripada  ibadah  orang  lain<br />
selama  sepuluh  tahun;  karena  dalam  satu  hari  kadangkala<br />
pemimpin   itu   mengeluarkan    berbagai    keputusan    yang<br />
menyelamatkan  beribu-ribu bahkan berjuta orang yang dizalimi,<br />
mengembalikan hak yang hilang kepada pemiliknya, mengembalikan<br />
senyuman  ke  bibir  orang  yang tidak mampu tersenyum. Selain<br />
itu, dia juga mengeluarkan keputusan yang dapat memotong jalan<br />
orang-orang  yang  berbuat  jahat,  dan  mengembalikan  mereka<br />
kepada asalnya, atau membuka pintu petunjuk dan tobat.<br />
 <br />
Selain itu, pemimpin yang adil juga memberi  kesempatan  untuk<br />
membukakan  berbagai  pintu  bagi  orang-orang yang menjauhkan<br />
diri dari Allah,  memberi  petunjuk  kepada  orang-orang  yang<br />
tersesat  dari  jalannya,  dan  membantu orang yang menyimpang<br />
dari jalan yang benar.<br />
 <br />
Pemimpin yang adil juga kadang-kadang mendirikan proyek-proyek<br />
pembangunan   dan   berguna   sehingga   tindakan   ini  dapat<br />
menciptakan lapangan kerja bagi para penganggur,  mendatangkan<br />
roti  bagi orang yang lapar, obat bagi orang yang sakit, rumah<br />
bagi orang gelandangan, dan pertolongan bagi orang yang sangat<br />
memerlukannya.<br />
 <br />
Itulah  antara  lain yang membuat para ulama salaf mengatakan,<br />
&#8220;Kalau kami mempunyai do&#8217;a yang  lekas  dikabulkan  maka  kami<br />
akan  mendo&#8217;akan  penguasa.  Karena  sesungguhnya  Allah dapat<br />
melakukan perbaikan terhadap banyak makhluknya dengan kebaikan<br />
penguasa tersebut.&#8221;<br />
 <br />
Thabrani meriwayatkan sebuah hadits dari Ibn &#8216;Abbas bahwasanya<br />
saw bersabda,<br />
 <br />
   &#8220;Satu hari dari imam yang adil adalah lebih afdal<br />
   daripada ibadah enam puluh tahun.&#8221; 18<br />
 <br />
Akan  tetapi  al-Haitsami  menentangnya,19   walaupun   hadits<br />
tersebut didukung oleh hadits Tirmidzi dari Abu Said,<br />
 <br />
   &#8220;Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah<br />
   pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi<br />
   Allah ialah pemimpin yang adil.&#8221; Tirmidzi mengatakan<br />
   bahwa hadits ini hasan gharib.20<br />
 <br />
Hadits di atas juga dikuatkan oleh riwayat Abu  Hurairah  r.a.<br />
dari  Ahmad,  dan Ibn Majah yang dianggap sebagai hadits hasan<br />
oleh Tirmidzi, dan dishahih-kan oleh  Ibn  Khuzaimah  dan  Ibn<br />
Hibban,<br />
 <br />
   &#8220;Juga kelompok yang do&#8217;a mereka tidak ditolak ialah:<br />
   orang yang berpuasa sehingga dia berbuka, pemimpin yang<br />
   adil, dan do&#8217;a orang yang teraniaya.&#8221; 21<br />
 <br />
Dan haditsnya dalam as-Shahihain,<br />
 <br />
   &#8220;Tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan dari Allah<br />
   SWT pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:<br />
   pemimpin yang adil&#8230;&#8221;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bakronsujiwo.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bakronsujiwo.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bakronsujiwo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bakronsujiwo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bakronsujiwo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bakronsujiwo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bakronsujiwo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bakronsujiwo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bakronsujiwo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bakronsujiwo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bakronsujiwo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bakronsujiwo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bakronsujiwo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bakronsujiwo.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bakronsujiwo.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bakronsujiwo.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bakronsujiwo.wordpress.com&amp;blog=2463278&amp;post=7&amp;subd=bakronsujiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/01/16/ilmu-manfaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad074ea8364d510a24f314ae71a3354b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bakron</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>varietas kedelai</title>
		<link>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/01/16/varietas-kedelai/</link>
		<comments>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/01/16/varietas-kedelai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 02:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bakronsujiwo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/01/16/varietas-kedelai/</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan, namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. Upaya perbaikan kedelai sebagai bahan pangan dapat secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bakronsujiwo.wordpress.com&amp;blog=2463278&amp;post=4&amp;subd=bakronsujiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe. Komoditas kedelai saat ini tidak hanya diposisikan sebagai bahan pangan dan bahan baku industri pangan, namun juga ditempatkan sebagai bahan makanan sehat dan baku industri non-pangan. Upaya perbaikan kedelai sebagai bahan pangan dapat secara bertahap diarahkan pada peningkatan kuantitas dan kualitas protein serta peningkatan kandungan isoflavon pada biji.<span id="more-4"></span><br />
Kuantitas protein dari 62 varietas kedelai yang dilepas di Indonesia sekitar 42%, sedangkan di negara-negara sentra kedelai (Cina, Taiwan, Jepang, Brasilia) telah berhasil meningkatkan kandungan protein kedelai di atas 46%. Salah satu galur hasil persilangan Balitkabi memiliki kandungan protein hingga 46%. Kuantitas protein kedelai tertinggi dibandingkan tanaman pangan lainnya, namun kualitas proteinnya memiliki kelemahan karena rendahnya kandungan asam amino sistein dan methionin. Protein kedelai sebagian besar (70%) berupa protein tersimpan, yang didominasi oleh Betha-congglycinin dan glycinin. Glycinin memiliki kandungan sistein dan methionin 3 ? 4 kali lebih banyak dibanding Betha-congglycinin dan antara kedua protein tersimpan tersebut memiliki korelasi negatif (r = -0,92). Pendekatan genetik untuk perbaikan kualitas protein diarahkan untuk mengeliminir keberadan Betha-congglycinin, sehingga kandungan sistein dan methionin pada biji kedelai akan meningkat.<br />
Kedelai memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dibanding tanaman bahan pangan lainnya. Isoflavon merupakan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi sebagai antiestrogen, antioksidan dan antikarsinogenik. Isoflavon dari golongan genistien dan daidzien dinilai paling berperan untuk kesehatan. Genotipe kedelai asal Brasilia, yaitu BRM95-50570 memiliki kandungan isoflavon cukup tinggi yaitu 290 mg/100 g biji kedelai. Hasil identifikasi yang dilakukan di Cina juga memperoleh tiga kedelai dengan kandungan isoflavon antara 548 hingga 656 mg/100 g biji kedelai. Genotipe IAC 100 (asal Brasilia) juga memiliki kandungan isoflavon 447,5 mg/100 g biji, dan genotipe tersebut tersedia di Indonesia.<br />
Karakter kimiawi pada biji kedelai umumnya dikendalikan oleh gen sederhana termasuk protein dan isoflavon, sehingga pendekatan genetik untuk perbaikan kualitas biji memiliki peluang keberhasilan tinggi. Kendalanya adalah ketersediaan sumber gen, belum tersedianya metode seleksi yang efisien dan biaya untuk seleksi (bahan kimia) mahal; karenanya diperlukan program terintegrasi antar disiplin ilmu dan kelembagaan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bakronsujiwo.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bakronsujiwo.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bakronsujiwo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bakronsujiwo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bakronsujiwo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bakronsujiwo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bakronsujiwo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bakronsujiwo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bakronsujiwo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bakronsujiwo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bakronsujiwo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bakronsujiwo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bakronsujiwo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bakronsujiwo.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bakronsujiwo.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bakronsujiwo.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bakronsujiwo.wordpress.com&amp;blog=2463278&amp;post=4&amp;subd=bakronsujiwo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bakronsujiwo.wordpress.com/2008/01/16/varietas-kedelai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ad074ea8364d510a24f314ae71a3354b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bakron</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
